Portal Informasi
PPID KARAWANG
png-1.png
png-1.png
Kabupaten Karawang
PPID KARAWANG
PORTAL INFORMASI KAB KARAWANG

Jika tidak dapat menemukan Informasi yang diperlukan. Silahkan ajukan formulir permintaan informasi.

Karawang,- Pendidikan berbasis agama memiliki peran yang amat penting dalam pembangunan. Begitu diucapkan oleh Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana saat memberikan sambutannya kepada peserta musyawarah kerja Badan Koordinasi (Badko) PGQ-TKQ-TPQ-TQA se Jawa Barat, di Gedung Tulip Resto Indo Alam Sari Karawang, Rabu (23/1/2019) pagi.

Dikatakan Bupati, pendidikan agama dapat mendidik anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah. Sehingga, akan tercipta SDM yang memiliki moral, etika dan budi pekerti tinggi. Hal itu bisa menunjang pembangunan karena didukung pribadi yang bertanggungjawab baik kepada negara, agama dan keluarga.

“Karawang terdapat 1.332 PAUD, diantaranya ada 168 TKQ yang konsen dalam pendidikan berbasis agama khususnya penghafalan dan pengamalan Al-Quran. Metode pelajarannya tentunya ada poin lebih. Anak tak hanya diajarkan Al-Quran saja. Tapi juga mengamalkan, memahami dan mengimplementasikannya dengan baik,” kata Bupati.

Bupati Cellica juga bersyukur adanya sebuah organisasi Badko. Diketahui, Badko sudah berdiri sejak 1989. Bupati Cellica bercerita saat dia kecil, dia juga ditempatkan oleh orang tuanya di sekolah agama. “Indonesia bukan hanya butuh orang-orang yang pintar dalam segi intelektualitas. Tapi juga membutuhkan orang-orang yang selalu mengimplementasikan Al-Quran. Sehingga, pendidikan Al-Quran sejak dini sangat penting, dan itu patut diapresiasi dengan adanya Badko ini,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa PGQ-TKQ-TPQ dan TQA di Karawang sudah menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, bukan lagi dalam naungan Kementerian Agama. Karawang bisa menjadi pusat study untuk daerah lain agar bisa juga dalam pengawasan pemerintah daerah. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji sesuai program Pemkab Karawang.

“Kami pemerintah daerah telah mengalokasikan Rp12 miliar untuk para guru ngaji. Belajarlah kepada Karawang regulasinya bagaimana agar bisa dinaungi langsung dinas pendidikan, agar tidak melanggar ketentuan atau undang-undang,” katanya. (diskominfo)

 

Share this post